INDRAMAYU — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Karangampel, Indramayu, menggelar rangkaian kegiatan akademik berskala nasional pada Senin, 7 April 2026. Acara yang menampilkan seminar, webinar, dan kuliah umum ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta, baik dari internal kampus maupun eksternal yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dan industri di seluruh Indonesia.
Inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini merupakan komitmen SMK NU Karangampel dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasional dan mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global. Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai bidang industri, kampus berupaya memberikan wawasan terkini tentang perkembangan teknologi, tren pasar, dan keahlian yang dibutuhkan oleh dunia usaha modern.
Antusiasme Peserta Melampau Ekspektasi
Rangkaian acara akademik yang berlangsung di Auditorium Utama SMK NU Karangampel ini dimulai sejak pukul 08.00 pagi dan berlanjut hingga sore hari. Peserta mulai berdatangan sejak sebelum acara dimulai, mencerminkan tingginya antusiasme komunitas pendidikan vokasional terhadap forum diskusi sebagai media pertukaran pengetahuan.
“Kami sangat senang melihat antusiasme ini. Awalnya kami menargetkan 500 peserta, tetapi ternyata permintaan tiket jauh melampaui kapasitas yang kami sediakan. Akhirnya kami memutuskan untuk menambah sesi live streaming di ruang-ruang pembelajaran lainnya untuk mengakomodasi peserta yang tidak bisa masuk ke auditorium utama,” ungkap Drs. Bambang Sutrisno, M.Pd., Kepala Sekolah SMK NU Karangampel, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Meningkatnya minat peserta ini menunjukkan relevansi topik yang dibawakan oleh para pembicara dengan kebutuhan industri dan perkembangan pendidikan vokasional di Indonesia saat ini.
Tema Utama: Transformasi Digital dan Keterampilan Abad 21
Seminar dengan tema “Mempersiapkan Generasi Vokasi untuk Era Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif” ini menghadirkan empat pembicara utama dari berbagai latar belakang profesional. Setiap pembicara membawa perspektif unik tentang bagaimana lembaga pendidikan vokasional dapat beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat.
Pembicara pertama, Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.T., seorang praktisi industri dan pengusaha di bidang teknologi manufaktur, membahas mengenai implementasi Industry 4.0 dalam proses produksi modern. Dalam presentasinya yang berlangsung sekitar 90 menit, Wijaya menjelaskan bagaimana otomasi, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan telah mengubah landscape industri manufaktur.
“Keterampilan teknis saja tidak lagi cukup. Para lulusan SMK harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, dan memiliki literasi digital yang kuat. Mereka harus memahami bagaimana bekerja bersama mesin pintar dan data-driven decision making,” papar Dr. Wijaya dalam kesempatan tersebut.
Pembicara kedua adalah Siti Nurhaliza Putri, M.B.A., Head of Human Resources Development dari salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Indonesia. Putri fokus membicarakan tentang kompetensi soft skills yang dibutuhkan oleh industri modern. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya komunikasi efektif, teamwork, leadership, dan emotional intelligence dalam meraih kesuksesan karir.
“Banyak perusahaan yang mengalami kendala karena SDM mereka memiliki keahlian teknis tinggi, tetapi kemampuan komunikasi dan adaptasi sosial yang terbatas. Itulah mengapa kami sangat menghargai lulusan SMK yang memiliki soft skills yang matang,” ujar Putri dalam sesi tanya jawab.
Pembicara ketiga adalah Bambang Prasetyono, seorang praktisi di bidang ekonomi kreatif dan desain grafis digital. Prasetyono membagikan pengalamannya dalam membangun usaha kreatif dari nol dan bagaimana teknologi digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk menjadi entrepreneur. Peserta sangat tertarik dengan kasus-kasus nyata yang dibagikan, terutama mengenai strategi marketing digital dan personal branding.
Sementara itu, pembicara keempat adalah Prof. Dr. Achmad Syaiful Roziq, M.Pd., seorang ahli pendidikan vokasional dari Universitas Negeri Surabaya. Roziq memberikan perspektif akademis tentang tren global dalam pendidikan vokasional dan bagaimana SMK di Indonesia dapat meningkatkan kualitas pembelajaran untuk bersaing secara internasional.
Webinar Paralel: Fokus pada Keahlian Spesifik
Selain seminar utama, acara ini juga menyelenggarakan tiga sesi webinar paralel yang fokus pada keahlian spesifik sesuai dengan kompetensi keahlian yang ada di SMK NU Karangampel. Webinar pertama membahas “Tren Terkini dalam Program Teknik Otomotif,” dengan menghadirkan Ir. Suryanto, kepala bengkel dari Astra International, dan Dedy Hermawan, trainer sertifikasi otomotif internasional.
“Industri otomotif sedang mengalami pergeseran besar-besaran menuju kendaraan elektrik dan teknologi autonomous driving. Peserta didik SMK perlu disiapkan tidak hanya untuk merawat kendaraan konvensional, tetapi juga memahami prinsip kerja sistem kelistrikan dan elektronika yang lebih kompleks,” jelas Ir. Suryanto.
Webinar kedua mengangkat tema “Digitalisasi dalam Program Akuntansi dan Bisnis,” dengan narasumber dari Yusuf Handoko, Akuntan Publik Bersertifikat, dan Lina Setyowati, praktisi business consultant. Mereka membahas bagaimana teknologi cloud accounting, artificial intelligence dalam audit, dan blockchain dalam transaksi bisnis telah merevolusi profesi akuntansi.
Webinar ketiga berfokus pada “Inovasi dalam Program Tata Boga dan Perhotelan,” menghadirkan Chef Bambang Heriyanto dari The Ritz Carlton Jakarta dan Ika Suswati, owner dari chain restaurant kuliner Indonesia yang berkembang pesat. Dalam diskusi ini, mereka menekankan pentingnya food safety, sustainability dalam industri F&B, dan pentingnya menciptakan unique selling point melalui inovasi menu yang menggabungkan traditional dan modern cuisine.
Kuliah Umum: Membangun Karakter dan Mindset Entrepreneur
Sore harinya, acara berlanjut dengan kuliah umum yang menghadirkan pembicara inspiratif, yakni Agus Supriyanto, seorang entrepreneur sukses yang telah membangun lima perusahaan di berbagai bidang industri. Supriyanto memberikan motivasi kepada peserta didik SMK tentang pentingnya memiliki mindset entrepreneur sejak dini, meskipun tidak semua akan menjadi pengusaha.
“Entrepreneur mindset bukan hanya tentang memulai bisnis. Ini tentang memiliki inisiatif, keberanian mengambil risiko yang terukur, belajar dari kegagalan, dan terus berinovasi. Kualitas ini sangat dibutuhkan baik oleh entrepreneur maupun oleh karyawan dalam sebuah perusahaan,” terang Supriyanto.
Dalam kuliahnya, Supriyanto juga membagikan kisah perjalanannya dari seorang lulusan SMK yang dimulai dengan usaha kecil hingga akhirnya menjadi seorang business owner dengan ratusan karyawan. Cerita pribadinya membuat banyak peserta didik merasa terinspirasi dan yakin bahwa pendidikan vokasional adalah langkah awal yang solid untuk meraih kesuksesan.
Respons Positif dari Kepala Sekolah dan Stakeholder
Drs. Bambang Sutrisno, Kepala Sekolah SMK NU Karangampel, menyatakan kepuasan terhadap berlangsungnya acara ini. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
“Kolaborasi dengan industri dan praktisi adalah kunci untuk memastikan bahwa kurikulum kami relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui kegiatan seperti ini, kami juga dapat membangun jaringan yang kuat dengan stakeholder eksternal, yang pada gilirannya akan membuka peluang magang dan penempatan kerja bagi lulusan kami,” ungkap Sutrisno.
Sementara itu, Yusuf Hartono, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kemitraan, menekankan bahwa acara ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan melibatkan seluruh stakeholder sekolah.
“Kami telah melakukan survei kebutuhan kepada peserta didik, guru, dan industri untuk menentukan topik yang paling relevan. Dari survei tersebut, kami menemukan bahwa transformasi digital, soft skills, dan entrepreneurship adalah tiga area yang paling urgent untuk dibahas. Oleh karena itu, ketiga area ini menjadi fokus utama acara hari ini,” jelas Hartono.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan acara akademik bertaraf nasional ini diharapkan akan membawa dampak positif jangka panjang bagi SMK NU Karangampel. Pertama, meningkatkan kesadaran peserta didik tentang relevansi pendidikan vokasional dengan kebutuhan industri. Kedua, memperkuat hubungan antara sekolah dengan industri dan dunia usaha. Ketiga, memberikan inspirasi kepada peserta didik tentang berbagai pilihan karir yang terbuka setelah lulus dari SMK.
Para guru juga mendapatkan insight berharga tentang perkembangan terkini di industri, yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Beberapa guru bahkan sudah merencanakan untuk menjalin kerjasama lebih lanjut dengan beberapa pembicara untuk program magang dan work-based learning bagi peserta didik.
Feedback dari peserta juga sangat positif. Dari survei kepuasan acara yang dilakukan saat kegiatan berlangsung, rata-rata skor kepuasan mencapai 4,7 dari skala 5. Banyak peserta yang mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan relevan, serta mereka berharap acara serupa dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun mendatang.
Penutup
Kegiatan seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan SMK NU Karangampel pada 7 April 2026 ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mempersiapkan generasi vokasi yang kompeten, relevan, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital. Melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai stakeholder, SMK NU Karangampel terus berinovasi dalam memberikan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan entrepreneurial mindset.
Ke depannya, diharapkan SMK NU Karangampel dapat terus memperluas jaringan dengan industri dan institusi pendidikan lainnya, sehingga lulusan-lulusannya benar-benar siap bersaing di pasar kerja global dan berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.
—
Berita ini ditulis berdasarkan kehadiran langsung di acara Seminar, Webinar, dan Kuliah Umum SMK NU Karangampel pada 7 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Bagian Hubungan Masyarakat SMK NU Karangampel.